Kamis, 04 Januari 2024

Pengertian Wirausaha dan Karakter Wirausahawan

 Pengertian Kewirausahaan

Tentunya kita sering mendengar istilah wirausaha atau entrepreneur. Istilah entrepreneur

pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke 18 oleh seorang ekonom perancis yang

bernama Richard Cantilon. Entrepreneur adalah agent who buys means of producition at

certain prices in order to combine them. Etimologi kata wirausaha adalah berasal dari kata

“wira” dan “usaha”. “Wira” berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi

luhur, gagah berani danberwatak agung. Kata “wira” juga digunakan dalam kata “perwira”.

Sedangkan “usaha” berarti “perbuatan untuk mencapai sebuah tujuan”. Jadi, secara

etimologis/harfiah, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang melakukan perbuatan

untuk mencapai sebuah tujuan. Seorang wirausaha adalah orang yang mampu menciptakan

dan merancang suatu gagasan menjadi realita.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi wirausaha menurut beberapa ahli:

1. Syamsudin Suryana

Wirausaha adalah seseorang yang memiliki karakteristik percaya diri, berorientasi pada

tugas dan hasil, pengambil resiko yang wajar, kepemimpinan yang lugas, kreatif

menghasilkan inovasi, serta berorentasi pada masa depan.

2. Prawirokusumo

Wirasusaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan

jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan

perbaikan hidup. 

Karakter Wirausaha

Wirausahawan adalah orang yang menjalankan usaha atau perusahaan dengan

kemungkinan menanggung resiko seperti kerugian. Oleh sebab itu seorang wirausaha haru

memiliki kesiapan mental, baik pada saat menghadapi keadaan yang merugikan maupun saat

ia mendapatkan untung besar. Karakter wirausaha yang harus dimiliki oleh seorang yang ingin

menjadi wirausahawan agar sukses dalam menjalankan usahanya diantaranya adalah:

1. Kreatif

Kemampuan seseorang untuk menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk

menghasilkan pola pikir dan tindakan yang berbeda.

2. Inovatif

Proses menghasilkan sesuatu gagasan atau penemuan baru yang dapat diterima atau

dijual

ke masyarakat. Terkadang inovasi itu berupa ide yang sederhana dan sepele, asal

merupakan sesuatu yang atau sesuatu yang lebih baik dari yang sudah ada.

3. Berani

Seorang wirausaha harus memiliki sifat berani dalam mengambil keputusan dan juga

berani dalam mengambil resiko tentunya dengan perhitungan yang cermat.

4. Kepemimpinan

Karakter kepemimpinan berarti seorang wirausaha harus bisa mengelola dan mengatur

bisnisnya dalam mencapai tujuan.

5. Mampu berkomunikasi

Seorang wirausaha harus mampu menyampaikan gagasan dan pesan baik secara

internal

(kepada karyawan) maupun secara eksternal kepada mitra usaha.

6. Kerjasama

Kemampuan untuk menjalin hubungan baik dengan beberapa pihak dalam menjalankan

usahanya. Itu artinya ia harus mampu bergandengan tangan untuk melangkah

bersamasama.

7. Mandiri

Seorang wirausaha adalah pribadi yang mandiri, tidak menggantungkan masa depannya

pada orang lain.

8. Percaya diri

Percaya pada kemampuan diri itu sangat penting. Rasa percaya diri ini yang

menyebabkan ia mantap dalam melangkah dan mewujudkan impiannya.

9. Jujur

Jujur merupakan akar dari semua karakter. Seberapa hebat kemampuan yang dimiliki

oleh seseorang, bila tidak memiliki kejujuran, maka semua akan sirna, kepercayaan

orang lain terhadap diri kita akan hilang.

10. Pantang menyerah

Karakter pantang menyerah penting terutama saat menghadapi resiko kegagalan. Dalam

proses dinamika menjalankan usaha banyak lika liku yang dihadapi. Kegagalan satu ke

kegagalan berikutnya. Gagal dan bangkit lagi 

S.M.A.W ( SHIELDED METAL ARC WELDING ) LAS LISTRIK BUSUR TERLINDUNG


I. 1.  Teknologi pengelasan logam.


                    Pengelasan adalah pekerjaan penyambungan logam dengan menggunakan proses                         pemanasan setempat, sehingga terjadi ikatan metalurgis antara logam yang disambung.

 


Untuk mendapatkan ikatan metalurgis tersebut, logam induk (base metal) dan logam pengisi (filler metal) harus dicairkan setempat dengan energi panas.Penggunaan panas dalam pengelasan ini, selain mencairkan logam setempat, dan juga ada pengaruh panas terhadap logam sekelilingnya, yang mempengaruhi sifat-sifat logampada suatu daerah tertentu yang dikenal dengan sebutan “ Daerah Terpengaruh Panas “ (HAZ = Heat Affected Zone).

I.   Prinsip kerja.

Ø Pada proses las elektroda terbungkus , busur api listrik yang terjadi antara ujung elektroda dan logam induk, yang akan menghasilkan energi panas..

Ø Energi panas inilah yang akan mecairkan ujung kawat elektroda dan bahan induk secara setempat.

Ø   Dua logam induk yang bersama sama sedang mencair, akan bercampur (mixture) dengan logam cair yang berasal dari kawat las (filler metal),yang membentuk kawah cair (weld pool) dan kemudian akan terjadi proses pembekuan (solidification of weld metal) logam las.

Jenis arus yang digunakan ada dua yaitu :

Ø  Mesin Las dengan arus Bolak Balik (AC)

Ø  Mesin Las dengan arus searah(DC)

 Pada arus DC ini, dapat digunakan dua polaritas, yaitu :

a.  DCEN (Direct Current Electrode Negative)

b.  DCEP (Direct Current Electrode Positive

 



Mesin las yang merupakan sumber tenaga pembangkit atau dikenal dengan istilah power source, yang dilengkapi dengan dua kabel las yaitu kabel las ke holder dan kabel las ke massa ( grounded ). Kabel las disambungkan dengan holder dan kabel massa disambungkan pada klem massa, dan posisi elektroda dijepit oleh holder dan benda kerja dihubungkan dengan klem massa, sehingga akan membentuk sirkuit listrik bila busur las menyala.

Ujung elektroda las digoreskan pada benda kerja las dan jarak busur las ( stick-out ) dipertahankan tetap sehingga panas dari busur listrik yang terjadi, akan mencairkan elektroda las dan benda kerja. Panas masukan untuk pengelasan ini dapat dituliskan dalam bentuk rumus sebagai berikut : H =

 

Dimana : H = Panas masukan ( Joule/mm ).

E = Voltage. I = Ampere.

V = Kecepatan pengelasan ( mm/dtk

 

Adanya pengaruh efisiensi perpindahan panas, maka tidak seluruh panas ini berguna untuk pengelasan. Besarnya masukan ( heat-input ) menjadi :


Hnet= E ´ I ´ f1 .

V


f1 adalah efisiensi perpindahan panas yang besarnya antara 0,8 sampai 1.

 

I. 3. Posisi Pengelasan.

Posisi pengelasan adalah faktor penentu dari keberhasilan pengerjaan pengelasan itu sendiri, sehingga posisi pengelasan mempunyai tingkat kesulitan yang harus dicapai, yang tidak sama satu sama lain. Kharakter pengelasan secara umum terbagi dalam dua (2) katagori utama yaitu pengelasan satu layer ( single pass ) atau dikenal dengan sebutan Fillet Welding, dengan symbol F. Yang kedua adalah pengelasan untuk beberapa layer ( multi-pass ) atau dikenal dengan sebutan Groove- Welding, dengan symbol G.

Aturan penomoran untuk sambungan las fillet pada setiap posisi pengelasan adalah sebagai berikut :

1  F = posisi pengelasan datar ( Plat Position )

2  F = posisi pengelasan horizontal ( Horinzontal Position )

3  F = posisi pengelasan vertical ( Vertical Position )

4  F = posisi pengelasan diatas kepala (Over head Position )

Aturan penomoran untuk sambungan las Groove pada setiap posisi pengelasan adalah sebagai berikut :

1  G = posisi pengelasan datar ( Plat Position )

2  G = posisi pengelasan horizontal ( Horinzontal Position )

3  G = posisi pengelasan vertical ( Vertical Position )

4  G = posisi pengelasan diatas kepala (Over head Position )


Pengertian Wirausaha dan Karakter Wirausahawan

 Pengertian Kewirausahaan Tentunya kita sering mendengar istilah wirausaha atau entrepreneur. Istilah entrepreneur pertama kali diperkenalka...